Petani Sukses Part 1

       Ada seorang petani yang dilahirkan di suatu kampung di daerah Sumatera Barat, namanya Ramli  anak pertama dari 4 bersaudara, pada  umur 10 tahun sang ayah berpisah dengan ibunya sehinggga membuat Ia dan ibunya sangat terpukul, semenjak itu ia mulai merasakan kerasnya kehidupan, tetapi Ramli tidak berputus asa atas apa yang menimpa keluarga nya, iapun  berusaha untuk bangkit, karena Ramli merasa bertanggung jawab membantu ibunya untuk membesarkan adik-adiknya yang masih kecil.
       Ramli adalah anak rajin dan pintar disekolahnya dia selalu juara kelas,dan tak hanya pintar disekolah ia juga pandai mengaji dan rajin sholat serta patuh kepada orang tua., pada saat itu Ramli sekolah sambil bekerja, mebantu ibunya kesawah, berkebun, mengembala kerbau ,dan kerja serabutan lainnya, itu dilakukan demi mendapatkan sesuap nasi , Ramli selalu bersungguh-sungguh dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang dilakukan, Ia tak pernah  mengeluh dan tidak pula berputus asa, karena ada dorongan dalam dirinya bahawa ia harus sukses memimpin adik-adiknyanya dan bisa membahagiakan oang tua.
      Umur 12 tahun Ramli menamatkan sekolah dasar dan  terpaksa tidak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi karena kondisi ekonomi keluarganya tidak mendukung, tetapi ramli tidak bersedih walaupun ia tidak melanjutkan sekolahnya akan tetapi dia tidak ingin adik-adiknya berhenti bersekolah,untuk itu ia semakin giat bekerja mencari biaya hidup keleuarganya.
       Setiap hari Ramli selalu bangun pagi, rutinitas yang pertama dilakukan adalah mengeluarkan kerbau ketengah padang atau padang rumput dekat dengan sawahnya ,setelah itu barulah ia bekerja  kesawah,dan saat menjelang sore disela-sela bekerja disawah dia menyabit rumput satu karung goni setiap harinya untuk kerbau yang ia gembala, sehingga pematang sawahnya selalu bersih dari rimbunnya rumput dan makanan kerbaunya tidak pernah terputus membuat kerbau yang ia gembala gemuk-gemuk dan sebelum senja datang,ia menghentikan pekerjaannya disawah dan membawa rumput yang disabut tadi kekandang kerbau, lalu baru menjemput kerbau dan memasukan kekandangs ambil mengasihkan rumput yang ada dikarung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layang-layang khas Minang Kabau

Petani Sukses Part 2

Kereta Egois