Kereta Egois

    Pagi ini kuberangkat dari Stasiun Pondok ranji menuju Stasiun Bekasi, aku masuk kereta menggunakan kartu KAI yang khusus digunakan pada angkutan KAI, pada saat didalam stasiun podok ranji kumembawa tas yang cukup besar berisikan baju dan perlengkapanku, kuberjalan menyusuri tangga menuju lokasi pintu masuk kereta.

     Di lokasi pintu masuk kereta itupun ku menunggu kereta dengan beban berat dipunggungku berkisar 20 kg, setelah menunggu lima belas menit datanglah kereta menuju stasiun tanah abang karena disana transit menuju stasiun bekasi, pas masuk kereta aku pun lansung duduk dibangku yang kosong dengan antengnya, masih banyak bangku kereta yang kosong karena aku berangkat pukul 10 pagi setelah habisnya jam sibuk, tak seberapa lama sampailah saya di stasiun tanah abang, langsung transit menuju kereta rute ke Bekasi.

     Tak menungu waktu yang lama kereta sudah standby saya pun langsung bergegas masuk kereta, kebetulan saya melihat masih ada bangkh kosong akupun langsung duduk disana, dengan santainya saya memenjamkan mata karena sangking ngantuknya, lebih kurang 2 watt yang tersisa, selanjutnya setelah beberapa lama saya membuka mata ternyata kereta sudah ramai, saya lanjut memejamkan mata tidak peduli dengan lingkungan sekitar, tak seberapa lama saya kembali bangun sambil meliha seorang ibu yang membawa balita berdiri tetapi tak seberapa lama satpam melihatnya dan memandu sang ibu untuk duduk dibangku.

     Saya masih tertegun melihatnya dan berkata dalam hati oww iya kasihan anaknya masih kecil tapi saya lama bertindak mempersilakan ibu itu duduk, lalu kereta berenti lagi d stsiun manggarai, penumpangun semakin ramai ada ibu-ibu bapak-bapak yang sudah berumur tidak kebagian tempat dan berdiri saya pun merasa kasian tetapi saya masih seperti tadi tidak action dan berinisiatif memberikan tempat duduk.

     Saya pun mulai berpikir kenapa saya seperti ini, kenapa ya saya seegois ini kenapa ini adakah yang salah dengan diri saya, pribadi saya, perasaan saya, dan pemikiran saya ini kenapa sampai seperti ini gumam saya, yang akhirnya perbuatan tidak memperdulikan sekitar itu membuat saya yang merasakan sakitnya, tidak ada kebahagian rasanya, walau saya membawa tas seberat itu lebih ringan rasanya dari pada saya tidak memperdulikan sekitar...






Aij  n

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layang-layang khas Minang Kabau

Petani Sukses Part 2